AKIBAT VIDEO YOUTUBE TNI SIKSA OPM PAPUA Pelaku Penyiksaan Akan Ditindak Tegas

Rabu, 20 Oktober 2010

Akibat Video Youtube TNI Siksa OPM Papua Pelaku Penyiksaan Akan Ditindak Tegas. Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan akan menindak bawahannya jika terbukti melakukan tindak kekerasan saat interogerasi anggota separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua. Baca video youtube penyiksaan aparat tni atas OPM di Papua.

Selain tindakan tegas secara internal, Agus juga minta kasus ini ditangani pihak kepolisian. "Kami menghormati proses hukum. Kalau mau proses hukum harus diproses, ya kita proses," kata Agus Suhartono seusai rapat kerja dengan Komisi I di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/10/2010).

Agus mengaku belum melihat video soal penyiksaan anggota separatis OPM tersebut. Namun, prajurit TNI memiliki aturan saat melakukan interogerasi terhadap anggota separatis.


Tak ingin gegabah, Agus telah memerintahkan jajarannya untuk mengecek kebenaran video tersebut. "Saya baru terima laporannya juga," katanya.

Sebagaimana diketahui, video dugaan penyiksaan anggota TNI terhadap sejumlah orang yang diduga anggota separatis OPM, berdurasi 4 menit 47 detik yang beredar di situs YouTube sejak Sabtu (16/10/2010).

Video yang dilansir Asian Human Rights Commission, diduga terjadi di kawasan Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, pada Oktober 2010.

Selain umpatan, tendangan, dan pukulan helm juga diarahkan ke kepala beberapa warga Papua.

Saat interogerasi, seseorang yang berpakaian TNI mengarahkan sebilah parang di depan muka seorang terduga OPM tersebut, seakan hendak menyembelihnya.

Di video ini juga menggambarkan seorang warga Papua lain terbaring telentang di atas tanah tanpa pakaian dengan kedua tangan dan kakinya diikat. Sambil lehernya diinjak, ia terus ditanya tentang tempat penyimpanan senjata milik OPM oleh orang-orang berpakaian preman.

Meski, pria Papua itu telah menjawab letak penyimpanan senjata adalah di kandang babi, sang interogator tak mempercayainya.

Parahnya, seorang dari sekelompok orang berpakaian militer itu menganiaya pria Papua itu dengan membakar alat kelaminnya dengan sebatang kayu berkobar api.

0 komentar:

Poskan Komentar

Powered by Blogger